Linux File System, btrfs
btrfs merupakan sebuah filesystem modern yang menggunakan teknologi copy on write, yang artinya bila kita melakukan perubahan pada folder atau file maka file/folder itu akan menjadi 2, pertama adalah sebelum diubah dan yang kedua adalah yang sudah terubah, maka bila terjadi kesalahan kita bisa melakukan roll-back atau kembali ke keadaan awal.
Sejarah
btrfs pertama kali di desain oleh perusahaan oracle pada tahun 2007 untuk mengatasi masalah kurangnya fitur yang ada pada linux filesystem, yaitu snapshots, checksum dan volume managemen, barulah pada tahun 2013 btrfs memasuki fase stabil.
Fitur
btrfs memiliki beberapa fitur utamanya adalah :
- COW tidak membuat duplikat secara penuh, melainkan hanyalan menympan
perubahan yang terjadi.
- terdapat managemen volume yang menggunakan software dengan support
untuk RAID 0, RAID 1, RAID 10 and yang lainnya.
- otomatis menmebenahi diri sendiri dengan checksum dan metadata, dan
otomatis mendeteksi data yang korup.
Cara Membuat Partisi
saya akan memberitahukan bagaimana cara konfigurasi btrfs dengan benar sehingga kita dapat mendapatkan performa yang sempurna.
caranya hampir sama seperti cara saya membuat partisi ext4 di blog saya yang terdahulu , namun kita perlu beberapa penyesuaian yaitu :
daripada mkfs.ext4 kita menggantinya dengan mkfs.btrfs, namun sebelum menjalankan perintah itu kita harus menginstall software btrfs-progs.
setelah membuat partisi, kita harus membuat sebuah subvolume, agar dengan mudan mengelola snapshots.
contoh fstab yang saya gunakan pada alpine linux:
UUID=47bb1859-55fd-4d73-a05d-cd42a30253f9 / btrfs rw,relatime,shared,ssd,space_cache=v2,subvolid=5,subvol=/ 0 1
UUID=8096b499-8139-45a6-b0fa-6bfe2f460bd3 /boot ext4 rw,relatime 0 2
UUID=5f42d824-db21-4449-8bd5-a50412f74d79 /home/user btrfs rw,defaults 0 1
UUID=5f42d824-db21-4449-8bd5-a50412f74d79 /home/arpnsh btrfs subvolid=269 0 0
UUID=5f42d824-db21-4449-8bd5-a50412f74d79 /home/arpnsh/Documents btrfs subvolid=260 0 0
UUID=5f42d824-db21-4449-8bd5-a50412f74d79 /home/arpnsh/Downloads btrfs subvolid=261 0 0
UUID=5f42d824-db21-4449-8bd5-a50412f74d79 /home/arpnsh/Music btrfs subvolid=262 0 0
UUID=5f42d824-db21-4449-8bd5-a50412f74d79 /home/arpnsh/Pictures btrfs subvolid=263 0 0
UUID=5f42d824-db21-4449-8bd5-a50412f74d79 /home/arpnsh/Projects btrfs subvolid=264 0 0
UUID=5f42d824-db21-4449-8bd5-a50412f74d79 /home/arpnsh/Videos btrfs subvolid=265 0 0
UUID=5f42d824-db21-4449-8bd5-a50412f74d79 /home/arpnsh/Backup btrfs subvolid=276 0 0
UUID=2fe488b6-861d-4a1e-8efd-4c7c0b66e128 swap swap sw 0 0
PARTUUID="75ace8b0-a4e1-4a29-af6d-b33d09e2d3b5" /boot/efi vfat rw,relatime,fmask=0022,dmask=0022,codepage=437,iocharset=utf8,shortname=mixed,errors=remount-ro 0 2
/dev/sr0 /media/cdrom iso9660 noauto,ro 0 0
/dev/usbdisk /media/usb vfat noauto 0 0
tmpfs /tmp tmpfs nosuid,nodev 0 0
setelah kita membuat sebuah partisi, kita harus memasang partisinya ke dalam sebuah folder :
# membuat folder disk
mkdir /root/disk
# pasang drive sda1 ke folder disk
mount /dev/sda1 /root/disk
setelah berhasil memasang partisi ke folder /root/disk{.verbatim}, kita harus membuat sebuah folder @{.verbatim} lalu membuat sub volume disana.
mkdir /root/disk/@
Sub Volume
melihat contoh fstab OpenSUSE kita bisa simpulkan bahwa kita memerlukan beberapa sub volume yaitu :
- /var
- /usr/local
- /tmp
- /srv
- /root
- /opt
- /home
sub volume bisa dibuat dengan cara :
btrfs subvolume create <volume yang mau dibuat>
maka kita bisa membuat sub volume seperti opensuse dengan cara :
# pasang drive sda1 ke folder disk
mkdir /root/disk/@/usr
btrfs subvolume create /root/disk/@/var
btrfs subvolume create /root/disk/@/usr/local
btrfs subvolume create /root/disk/@/tmp
btrfs subvolume create /root/disk/@/srv
btrfs subvolume create /root/disk/@/root
btrfs subvolume create /root/disk/@/opt
btrfs subvolume create /root/disk/@/home
untuk menghapus subvolume kita bisa menghapusnya dengan :
btrfs subvolume delete <volume yang mau dihapus>
untuk melihat list apa saja subvolume yang ada bisa dengan perintah :
btrfs subvolume list /root/disk/@
untuk memasang subvolume kita bisa menggunakan subvolid atau menggunakan tempat dimana subvol dibuat, untuk mendapatkan subvolid kita bisa melihatnya
btrfs subvolume show /root/disk/@/var
bila sudah mendapatkan subvolid kita bisa memasangnya di /root/disk/var dengan perintah seperti berikut, namun bila folder /root/disk/var tidak ada, kita harus membuatnya dengan secara manual
mount /dev/sdb1 -o subvolid=261 /root/disk/var
atau menggunakan tempat dimana subvol dibuat
mount /dev/sdb1 -o subvol=/root/disk/@/var /root/disk/var
Snapshots
setelah membuat sub volume kita bisa mudah mengelola snapshot, untuk membuat snapshot kita bisa menggunakan software timeshift atau snapper, namun kita juga bisa membuat snapshot secara manual, bila kita menggunakan timesift atau snapper, software itu akan otomatis membuat subvolume/folder .snapshots{.verbatim} pada partisi.
# membuat subvolume untuk menampung snapshots
btrfs subvolume create /root/disk/@/.snapshots
# membuat snapshots RW bernama yy-mm-dd-backup
btrfs subvolume snapshot /root/disk /root/disk/.snapshots/yy-mm-dd-backup
# membuat snapshots RO bernama yy-mm-dd-backup
btrfs subvolume snapshot -r /root/disk /root/disk/.snapshots/yy-mm-dd-backup
untuk menghapus snapashot kita bisa menggunakan :
btrfs subvolume delete /root/disk/.snapshots/yy-mm-dd-backup
setelah kita membuat snapshot, kita bisa mengembalikan keadaan folder dengan cara manual menggunakan perintah cp atau rsync untuk mengembalikan keseluruhanya.
rsync -avz /root/disk /root/disk/.snapshots/yy-mm-dd-backup /root/disk
untuk mengupdate snapshot sama caranya untuk mengembalikan keadaan folder/file, yaitu dengan perintah cp atau rsync
